PT (PTDI) mengekspor enam unit NC212i ke Department of National Defense/Armed Forces of Philippines (DND/AFP) senilai US$79 jt atau setara Rp1,25 triliun (asumsi kurs Rp15.851 per dolar AS).Ekspor ini pun didukung oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE).
Dukungan LPEI itu tertuang dalam Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Ekspor antara LPEI lalu PTDI untuk pengadaan 6 pesawat NC212i, Rabu (18/10).
Direktur Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin U. Norhadi mengatakan ekspor enam pesawat ini merupakan kebanggaan Indonesia. Sebab, PTDI dapat memproduksi barang industri strategis yang digunakan bernilai teknologi tinggi.
Selain itu, kata dia, pembiayaan yang mana digunakan dilaksanakan LPEI kepada PTDI merupakan wujud negara hadir untuk meningkatkan ekspor Indonesia.
“Ekspor pesawat terbang akan meningkatkan reputasi Indonesia di dalam dalam mata global, terutama perusahaan Indonesia yang mana tergabung dalam industri strategis kedirgantaraan yang dimaksud sarat dengan teknologi tinggi,” kata Maqin melalui keterangan resmi, Kamis (19/10).
Ia menjelaskan, LPEI melaksanakan program PKE dari pemerintah untuk menggalang pertumbuhan industri kedirgantaraan Indonesia agar miliki daya saing yang digunakan dimaksud tinggi.
“Hal ini sejalan dengan strategi LPEI untuk memperkuat ekosistem ekspor Indonesia”, katanya.
PKE merupakan mandat yang dimaksud dimaksud diberikan pemerintah kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan dan/atau asuransi untuk transaksi atau proyek yang mana digunakan secara komersial sulit dilaksanakan.
Namun, proyek atau transaksi itu dianggap sangat penting oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional.
Sampai saat ini, LPEI sudah menyalurkan program PKE senilai Rp12 triliun untuk memperkuat ekspor lebih banyak lanjut dari 80 item ke lebih tinggi besar dari 100 negara.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, kemudian juga Sumber Daya Manusia PTDI Wildan Arief memberikan apresiasi tinggi atas dukungan LPEI.
Wildan menyebut Filipina telah lama lama memesan pesawat terbang produksi PTDI untuk kedua kalinya. Menurutnya, hal ini merupakan bukti pesawat terbang produksi PTDI miliki performa yang digunakan digunakan tinggi juga andal.
Wildan juga berharap adanya solusi pembiayaan dari LPEI dapat menjadi keran pembuka ekspor pesawat terbang produksi PTDI tambahan banyak lagi ke negara-negara lain. Ia mengatakan peningkatan ekspor itu pada akhirnya dapat meningkatkan devisa Indonesia.
“Kami harap PTDI dapat bangkit kembali, terbang tinggi melintasi langit, juga juga terus berkibar,” imbuh Wildan.
Pesawat NC212i merupakan pesawat angkut ringan dengan sistem avionik modern full glass cockpit serta juga autopilot. Pesawat ini dilengkapi dengan winglet, ramp door juga memiliki ukuran kabin yang mana dimaksud luas dibandingkan pesawat sekelasnya.
Sejak 2014, PTDI merupakan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang dalam area dunia yang dimaksud dimaksud memproduksi pesawat NC212i.
Hingga saat ini terhitung sebanyak 123 unit pesawat NC212 series yang digunakan hal tersebut telah dilakukan terjadi diproduksi lalu dikirimkan PTDI ke berbagai customer, baik dalam maupun luar negeri, dari total sebanyak 606 unit populasi pesawat NC212 series di dalam dalam dunia.


