Bahlil Respons Isu Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo
Bisnis

Bahlil Respons Isu Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo

Menteri Investasi/Kepala BKPM  merespons isu penunjukan dirinya sebagai duta ketua tim pemenangan di  2024.

“Yang tunjuk siapa ya? Saya enggak tahu ya. Tak ada, saya belum dengar itu saya. Saya tak tahu, bos saya kan Presiden (Joko Widodo),” bantah Bahlil dalam area Kementerian Investasi, Jakarta Selatan, Jumat (20/10).

“Saya menteri investasi, saya kan bukan ketua umum partai. Saya hari ini diperintahkan Bapak Presiden Jokowi untuk mengurus investasi, tidaklah ada mengurus yang mana dimaksud lain-lain. Andaikan pun itu (penunjukan timses Prabowo) ada, ya belum tahu siapa yang mana itu akan memberikan perintah itu,” sambungnya.

Bahlil mengaku sering berkomunikasi dengan Prabowo Subianto. Namun, ia membantah komunikasi hal itu terkait kontestasi kebijakan pemerintah pada 2024.

Sementara itu, persoalan isu penolakan namanya sebagai ketua tim pemenangan Prabowo oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Bahlil menjawabnya santai.

“Tanya Pak Airlangga belaka ya. Saya sekadar bukan tahu apa-apa. Pak Airlangga main tolak-tolak saja, dia nolak diri sendiri itu,” kelakar Bahlil.

Sumber CNNIndonesia.com menyebutkan nama Bahlil sudah diputuskan oleh koalisi partai kebijakan pemerintah pengusung Prabowo. Bahlil disebut akan datang mendampingi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Rosan Roeslani yang dimaksud dimaksud diklaim menjadi ketua tim pemenangan Prabowo.

“Sudah diputuskan Rosan Roeslani Ketua Tim Pemenangan Prabowo, Bahlil Wakil Ketua sekaligus Koordinator Relawan,” kata sumber tersebut, Senin (16/10).

Rencana pemilihan ketua timses Prabowo itu dibicarakan kritis dalam pertemuan petinggi Koalisi Indonesia Maju pada dalam Kertanegara IV pada Jumat (13/10) lalu. Bahkan, awalnya Prabowo dibisiki untuk menunjuk Bahlil sebagai ketua timses.

Namun, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto diklaim menolak usulan Bahlil menjadi pucuk pimpinan tim pemenangan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu tak sepakat.

Menurutnya, Bahlil masih terlalu muda juga kurang berpengalaman. Airlangga lantas menyodorkan dua nama lain, yakni Rosan Roeslani serta Sakti Wahyu Trenggono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *